
Internasional
Penjualan Turun, Kapitalisasi Apple iPhone Menguap Rp 794 T
Wangi Sinintya, ²©²ÊÍøÕ¾
03 January 2019 18:51

Jakarta, ²©²ÊÍøÕ¾ - Apple Inc sedang menghadapi masalah besar karena perlambatan pertumbuhan ekonomi China yang membuat para investor sangat gugup.
Dalam suratnya kepada investor, CEO Apple Inc Tim Cook memperingkatkan investor akan adanya potensi penurunan penjualan dari yang diprediksi di kuartal terakhir selama musim liburan karena penjualan di China yang tidak sesuai harapan di tengah perang dagang dan faktor lainnya seperti program penggantian baterai iPhone yang lebih murah.
Setelah puluhan tahun ekspansi, China menghadapi perlambatan pertumbuhan. Pada 2018 pertumbuhan ekonomi China diprediksi jadi yang terlemah sejak 1990Â dan 2019 bisa lebih buruk lagi.
China sedang menghadapi perlambatan ekonomi akibat dari perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) dan dampak negatif dari upaya pemerintah untuk mengendalikan shadow banking yang membuat tingkat utang masyarakat naik tinggi.
China merupakan salah satu pasar utama Apple. Negeri Tirai Bambu ini menyumbang 15% dari pendapatan Apple. iPhone merupakan penyumbang utama pendapatan Apple selama tiga bulan terakhir yang berakhir di September. iPhone menyumbang 60% dari total pendapatan.
"Saat kami mengantisipasi beberapa tantangan di pasar-pasar berkembang, kami tidak sadar besarnya dampak perlambatan ekonomi, khususnya di China," tulis Cook dalam surat itu. Dia merujuk pada dampak dari perang dagang, seperti dilansir dari CNN, Kamis (03/1/2019).
Apple kini harus menghadapi penurunan pendapatan dala tiga bulan terakhir yang berakhir Desember menjadi US$84 miliar. Sebelumnya pendapatan Apple diperkirakan ada di kisaran US$84 miliar hingga US$93 miliar.
Pada perdagangan bursa after-hours, harga saham Apple anjlok hingga 8%. Hal ini membuat Apple harus kehilangan kapitalisasi pasar hingga US$55 miliar atau setara Rp 794 triliun.
Dengan penjualan unit iPhone Apple yang stagnan Apple telah mencoba untuk membuat konsumen membayar lebih pada setiap perangkat. Pada bulan Oktober, Apple mengejutkan para investor dengan mengatakan Apple berencana untuk berhenti memberi informasi tentang penjualan iPhone.
(roy/roy) Next Article Bos OJK Bilang Kondisi Global Membaik, Ini Indikatornya
Dalam suratnya kepada investor, CEO Apple Inc Tim Cook memperingkatkan investor akan adanya potensi penurunan penjualan dari yang diprediksi di kuartal terakhir selama musim liburan karena penjualan di China yang tidak sesuai harapan di tengah perang dagang dan faktor lainnya seperti program penggantian baterai iPhone yang lebih murah.
Setelah puluhan tahun ekspansi, China menghadapi perlambatan pertumbuhan. Pada 2018 pertumbuhan ekonomi China diprediksi jadi yang terlemah sejak 1990Â dan 2019 bisa lebih buruk lagi.
"Saat kami mengantisipasi beberapa tantangan di pasar-pasar berkembang, kami tidak sadar besarnya dampak perlambatan ekonomi, khususnya di China," tulis Cook dalam surat itu. Dia merujuk pada dampak dari perang dagang, seperti dilansir dari CNN, Kamis (03/1/2019).
![]() |
Apple kini harus menghadapi penurunan pendapatan dala tiga bulan terakhir yang berakhir Desember menjadi US$84 miliar. Sebelumnya pendapatan Apple diperkirakan ada di kisaran US$84 miliar hingga US$93 miliar.
Pada perdagangan bursa after-hours, harga saham Apple anjlok hingga 8%. Hal ini membuat Apple harus kehilangan kapitalisasi pasar hingga US$55 miliar atau setara Rp 794 triliun.
Dengan penjualan unit iPhone Apple yang stagnan Apple telah mencoba untuk membuat konsumen membayar lebih pada setiap perangkat. Pada bulan Oktober, Apple mengejutkan para investor dengan mengatakan Apple berencana untuk berhenti memberi informasi tentang penjualan iPhone.
(roy/roy) Next Article Bos OJK Bilang Kondisi Global Membaik, Ini Indikatornya
Tags
Related Articles
Recommendation

Most Popular