²©²ÊÍøÕ¾

Internasional

Jepang Umumkan Tokyo Status Darurat, Minuman Alkohol Dilarang

Tommy Patrio Sorongan, ²©²ÊÍøÕ¾
08 July 2021 12:55
A woman wearing a protective mask to help curb the spread of the coronavirus walks at a park Wednesday, April 21, 2021, in Tokyo. The Japanese capital confirmed more than 840 new coronavirus cases on Wednesday. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Foto: Tokyo (AP/Eugene Hoshiko)

Jakarta, ²©²ÊÍøÕ¾ - Pemerintah Jepang dikabarkan akan segera mengumumkan kondisi darurat ibu kota Tokyo, Kamis (8/7/2021). Langkah ini diambil karena angka infeksi corona yang cukup tinggi sementara kota itu harus menyelenggarakan Olimpiade akhir bulan ini.

Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura mengatakan keadaan darurat di Tokyo akan dimulai pada12 Juli hingga 22 Agustus. Ia juga mengatakan akan ada limitasi yang diterapkan di restoran.

"Jepang akan mengumumkan keadaan darurat bagi Tokyo yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade untuk mencoba menahan gelombang baru infeksi virus corona," ujarnya sebagaimana diberitakan Reuters.

"Di bawah pembatasan yang diperketat, restoran akan diminta untuk berhenti menyajikan alkohol."

Nantinya pengumuman itu akan secara resmi diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Yoshihide Suga dalam sebuah konferensi pers.

Keputusan ini diambil setelah pada Rabu (7/7/2021) lalu Tokyo melaporkan rekor tertinggi penularan virus corona sejak Mei. Di mana ada 920 kasus infeksi harian.

Kekhawatiran juga saat ini memuncak setelah beberapa fasilitas kesehatan di kota terpadat dunia itu melaporkan banyaknya infeksi varian Delta yang lebih berbahaya. Varian Delta merupakan strain baru corona yang ditemukan di India dan sangat menular.

Sementara itu pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) sedang merampungkan usulan mengenai jumlah penonton yang diizinkan. Sebelumnya disepakati bahwa penonton dibatasi hanya sekedar penonton domestik dengan jumlah kapasitas 50%.

Namun usulan ini sepertinya akan diperkecil kembali setelah para ahli penasehat medis telah mengatakan bahwa Olimpiade yang akan diselenggarakan dari 23 Juli hingga 8 Agustus itu lebih baik digelar tanpa penonton.

Secara kumulatif, per Kamis (8/7/2021) Jepang menemukan 810 ribu kasus Covid-19 dengan 14 ribu kematian sejak pandemi melanda. Kasus aktif saat ini adalah 16.177.


(sef/sef) Next Article Salju Langka Selimuti Tokyo, Ratusan Penerbangan Batal

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular