²©²ÊÍøÕ¾

Luhut Klaim RI Sudah Siapkan Proposal Negosiasi Tarif Trump dengan AS

Elga Nurmutia, ²©²ÊÍøÕ¾
08 April 2025 16:32
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan memberikan pidato di acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden RI dengan tema
Foto: Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia dengan tema "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan" di Menara Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (²©²ÊÍøÕ¾/Muhammad Sabki)

Jakarta, ²©²ÊÍøÕ¾ - Pemerintah Republik Indonesia telah menyiapkan proposal negosiasi dengan Amerika Serikat sebagai respons terhadap tarif resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

"Proposal ini adalah proposal konkret yang dapat diimplementasikan dan menjawab keinginan permasalahan yang disampaikan oleh Amerika Serikat, terutama dengan United States Trade Representative (USTR). Kita dengan USTR sudah banyak berbicara dan saya pikir kelihatan sudah mulai bentuknya," ujarnya.



Menurut Luhut, pekan depan, delegasi yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan bertemu dengan beberapa pejabat AS. Delegasi RI terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, dan juga dari DEN.

Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan ada beberapa kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah untuk membantu sektor-sektor yang terdampak akibat tarif resiprokal dari AS. Terutama di sektor-sektor padat karya.

"Tadi kami sudah jelaskan dan itu sudah kita lihat secara perinci karena sudah kita dengarkan juga dari asosiasi-asosiasi kira-kira apa. Karena kita perang bersama-sama, kita satu tim, nah itu kita dengarkan dan kita tangkap bagaimana cara kita melawan keadaan seperti ini," kata Luhut.

"Dan ini saya pikir kita sangat bangga bahwa teman-teman dari asosiasi memberikan masukan-masukan yang sangat konkret," lanjut eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.


(miq/miq) Next Article Luhut Sebut Banyak Perusahaan Dapat Izin Tapi Melanggar Aturan di Bali

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular