²©²ÊÍøÕ¾

RI Ngebet Pasar Bebas dengan Amerika Latin, Ini Alasannya

Martyasari Rizky, ²©²ÊÍøÕ¾
18 October 2023 19:20
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat Pembukaan TEI 2023, Rabu (18/10/2023). (Tangkapan layar Youtube Kemendag)
Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat Pembukaan TEI 2023, Rabu (18/10/2023). (Tangkapan layar Youtube Kemendag)

Tangerang, ²©²ÊÍøÕ¾ - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan momok sulitnya ekspor produk Indonesia masuk ke negara-negara Amerika Latin, salah satunya Meksiko. Ada beberapa hambatan diantaranya kuota ekspor hingga masalah pajak bea masuk tinggi.

"Untuk sepatu saja di atas 20%," ungkap Airlangga saat ditemui di ICE BSD Tangerang, Rabu (18/10/2023).

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah tengah mencari cara agar Indonesia bisa masuk ke pasar yang lebih luas di negara-negara Amerika Latin. Antara lain pemerintah sedang mempelajari Free Trade Area (FTA) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Keduanya dianggap mengutungkan bagi Indonesia menjalin hubungan dagang dengan pasar Amerika Latin.

"Makanya kita harus kerja dengan mereka melalui FTA (Free Trade Agreement) atau melalui CPTPP nanti dicari jalan yang lebih baik," sebutnya.

"Tentu itu kan menjadi salah satu PR (pekerjaan rumah), ada cara untuk bagaimana kita bisa masuk untuk pasar yang lebih luas di negara-negara Amerika Latin," imbuhnya.

Penukaran uang dolar (AS) dan rupiah di Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer, Menteng, Jakarta, Rabu (11/10/2023). (²©²ÊÍøÕ¾/ Faisal Rahman)Foto: Penukaran uang dolar (AS) dan rupiah di Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer, Menteng, Jakarta, Rabu (11/10/2023). (²©²ÊÍøÕ¾/ Faisal Rahman)
Penukaran uang dolar (AS) dan rupiah di Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer, Menteng, Jakarta, Rabu (11/10/2023). (²©²ÊÍøÕ¾/ Faisal Rahman)

Hubungan dagang seperti FTA, lanjutnya, juga terus didorong pemerintah, tetapi peluang CPTPP turut dikaji, karena itu akan membuka banyak peluang untuk Indonesia masuk ke pasar yang lebih luas.

Selain itu, Airlangga menyebut proses merumuskan perjanjian FTA membutuhkan waktu yang tidak sebentar, yang mana hal itu memerlukan waktu selama satu hingga dua tahun untuk merampungkannya.

"FTA itu tidak satu tahun (selesai satu tahun). Itu 1-2 tahun baru kita bisa akses pasarnya," tukas Airlangga.

Selain Amerika Latin, masalah perdagangan juga ditemukan di pasar Afrika. Namun untuk pasar Afrika kendalanya lebih ke isu pembayaran. Pemerintah tengah mencari solusi atas masalah ini.

"Salah satu pasar terbesar kan di Afrika, tapi term of trade dan term of payment, pembayaran menjadi isu. Jadi berbagai pola, sedang dibahas oleh pemerintah karena di negara-negara tersebut butuh produk Indonesia, apakah pesawat terbang, kereta api dan lainnya," tukasnya.


(wur) Next Article Menko Airlangga Ungkap RI Incar Masuk Blok Perdagangan CPTPP

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular