Di-blacklist AS, Huwei Ganti Android Google dengan Ark OS?
Roy Franedya, ²©²ÊÍøÕ¾
29 May 2019 14:14

Jakarta, ²©²ÊÍøÕ¾ - Google telah menyatakan tidak bisa lagi memberikan update dan melisensi perangkat ponsel Android Huawei. Keputusan ini sebagai respons dari kebijakan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan Huawei Technologies dalam daftar hitam (blaclist).
Namun Huawei tak khawatir akan kebijakan ini. Pasalnya, raksasa teknologi asal China ini sudah menyiapkan operating system (OS) yang dikembangkan sendiri yang secara internal diberi nama HongMeng OS.
GSMArena melaporkan kemungkinan nama operating sistem yang digunakan Huawei bukan HongMeng. Pasalnya, Huawei sudah memasukkan permohonan merek dagang untuk operating sistemnya dengan nama HUAWEI ARK OS, HUAWEI ARK, ARK dan OS ARK ke komite kekayaan intelektual Uni Eropa atau EUIPO.
Permohonan ini dimasukkan pada 24 Mei lalu, seperti dikutip ²©²ÊÍøÕ¾ International, Rabu (29//5/2019).
Belum diketahui dengan jelas sejauh mana pengembangan Huawei Ark OS. Tetapi beberapa pihak menyatakan Huawei telah mengembangkan OS sendiri sejak 2015. Beberapa media juga melaporkan Huawei sedang dalam pembicaraan dengan Aptoide untuk menggantikan Google Play Store.
Aptoide merupakan layanan konten digital asal Portugal. Manajemen memiliki 900.000 aplikasi dengan 100 juta pengguna.
Dimasukkannya Huawei dalam daftar hitam membuat Huawei tidak bisa lagi berbisnis dengan perusahaan AS. Untuk bisa berbisnis Huawei harus mendapatkan lisensi dengan pemerintah AS.
Simak video tentang Huawei di bawah ini.
[Gambas:Video ²©²ÊÍøÕ¾]
(roy/prm) Next Article Harapan Bos Huawei: 'Rujuk' dengan Google Android
Namun Huawei tak khawatir akan kebijakan ini. Pasalnya, raksasa teknologi asal China ini sudah menyiapkan operating system (OS) yang dikembangkan sendiri yang secara internal diberi nama HongMeng OS.
GSMArena melaporkan kemungkinan nama operating sistem yang digunakan Huawei bukan HongMeng. Pasalnya, Huawei sudah memasukkan permohonan merek dagang untuk operating sistemnya dengan nama HUAWEI ARK OS, HUAWEI ARK, ARK dan OS ARK ke komite kekayaan intelektual Uni Eropa atau EUIPO.
Belum diketahui dengan jelas sejauh mana pengembangan Huawei Ark OS. Tetapi beberapa pihak menyatakan Huawei telah mengembangkan OS sendiri sejak 2015. Beberapa media juga melaporkan Huawei sedang dalam pembicaraan dengan Aptoide untuk menggantikan Google Play Store.
Aptoide merupakan layanan konten digital asal Portugal. Manajemen memiliki 900.000 aplikasi dengan 100 juta pengguna.
Dimasukkannya Huawei dalam daftar hitam membuat Huawei tidak bisa lagi berbisnis dengan perusahaan AS. Untuk bisa berbisnis Huawei harus mendapatkan lisensi dengan pemerintah AS.
Simak video tentang Huawei di bawah ini.
[Gambas:Video ²©²ÊÍøÕ¾]
(roy/prm) Next Article Harapan Bos Huawei: 'Rujuk' dengan Google Android
Tags
Related Articles
Recommendation

Most Popular